RULE OF LAW
Makalah ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas PKN
Dosen Pembibing :
Disusun oleh :
Kelompok 8
Abdu Yakan Rosyadi (1307493)
Fak/Prodi : FPTK/Pendidikan Teknik Elektro
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013
Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul:
“RULE OF LAW”
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan tetapi berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari anggota kelompok. untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormatdan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Dan kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalahini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun carapenulisannya.
Namun demikian, kami telah berupaya dengansegala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat menyeselesaikan makalah ini dengan baik dan oleh karenanya, Kami dengan rendahhati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usulguna penyempurnaan makalah ini.Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapatbermanfaat bagi seluruh pembaca.
Bandung, November 2013
Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan masalah 1
1.3 Tujuan 1
1.4 Metode Penulisan 1
BAB II Pembahasan
RULE OF LAW 2
2.1 Pengertian Rule Of Law 2
2.2 Sejarah berdirinya dan Rule of law 2
2.3 Fungsi Rule Of Law 3
2.4 Pelaksanaan Rule Of Law 3
2.5 Dinamika pelaksanaan Rule Of Law di Indonesia 3
BAB III METODE PENELITIAN 4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 6
3.2 Kritik dan Saran 6
DAFTAR PUSTAKA 7
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan kita tidak terlepas dari norma dan hukum yang belaku di masyarakat baik tertulis ataupun tidak tertulis. Tapi pada kenyataannya hukum di Indonesia masih belum di laksanakan sebaik – baiknya dan menegakan hukum di masyarakat sendiri juga masih kurang.
Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus bisa membenahi penegakan hukum di Negara kita ini. Dalam bahasan ini dibahas supaya keadilan dapat ditegakan, maka akan terkait semua aspek yang ada didalamnya yang mempengaruhi dan menjadi penentu apakah keadilan dapat ditegakan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah:
1. Apa pengertian rule of law?
2. Bagaimana terbentuknya rule?
3. Apa fungsi dari rule of law?
4. Bagaimana Dinamika pelaksanaan Rule of law?
5. Apakah Negara Indonesia termasuk Negara yang adil dalam penegakan hukumnya?.
1.3 Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat mengetahui dan menjelaskan :
1. Pengertian rule of law.
2. Mengetahui asal mula terbentuk nya rule of law.
3. fungsi rule or law.
4. Mengetahui Dinamika pelaksanaan rule of law di Indonesia.
5. Negara Indonesia adalah Negara yang baik atau buruk dalam peradilannya.
BAB II
Pembahasan
2.1 Pengertian Rule Of law
Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi dua yaitu:
Pertama, pengertian secara formal (in the formal sence) diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power), misalnya nrgara. Kedua, secara hakiki/materiil (ideological sense), lebih menekankan pada cara penegakannya karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law). Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat.
Rule of law mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan system peraturan dan prosedur yang objektif, tidak memihak, tidak personal dan otonom1).
2.2 Sejarah berdirinya rule of law
Latar belakang kelahiran rule of law:
a. Diawali oleh adanya gagasan untuk melakukan pembatasan kekuasaan pemerintahan Negara
b. Sarana yang dipilih untuk maksud tersebut yaitu Demokrasi Konstitusional.
c. Perumusan yuridis dari Demokrasi Konstitusional adalah konsepsi negara hukum.
Syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokrasi menurut rule of law adalah:
1. Adanya perlindungan konstitusional.
2. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.
3. Pemilihan umum yang bebas.
4. Kebebasan untuk menyatakan pendapat.
5. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi.
6. Pendidikan kewarganegaraan.
. 2.3 Fungsi Rule Of Law
Fungsi Rule Of Law pada hakikat nya adalah jaminan adanya keadilan sosial bagi masyarakat, terutama keadilan sosial. Penjabaran prinsip-prinsip Rule Of Law secara formal termuat dalam pasal-pasal UUD 1945 yaitu:
• Pasal 1 ayat 3
• Pasal 24 ayat 1
• Pasa 27 ayat 1
• Pasal 28D ayat 1 dan 2
2.4 Pelaksanaan Rule of Law
Agar pelaksanaan rule of law bisa berjalan dengan yang diharapkan, maka:
a. Keberhasilan “the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian masing-masing setiap bangsa.
b. Rule of law yang merupakan intitusi sosial harus didasarkan pada budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa.
c. Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial, gagasan tentang hubungan antar manusia, masyarakat dan negara, harus ditegakan secara adil juga memihak pada keadilan.
Untuk mewujudkannya perlu hukum progresif (Setjipto Raharjo: 2004), yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri, bukan sebagai alat politik atau keperluan lain. Asumsi dasar hokum progresif bahwa ”hukum adalah untuk manusia”, bukan sebaliknya. Hukum progresif memuat kandungan moral yang kuat.
Arah dan watak hukum yang dibangun harus dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa yang bersangkutan atau “back to law and order”, kembali pada hukum dan ketaatan hukum negara yang bersangkutan itu.
Adapun negara yang merupakan negara hukum memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ada pengakuan dan perlindungan hak asasi.
2. Ada peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak terpengaruh oleh kekuasaan atau kekuatan apapun.
3. Legalitas terwujud dalam segala bentuk.
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Jadi, agar terciptanya kedamaian dalam suatu Negara. perlu adanya suatu konsekuensi dalam menjalani sebuah peraturan hukum yang ada dalam suatu Negara, yang berdasarkan pada prinsip Rule Of Law. sehingga system hukum kita bisa mencapai suatu tujuan yaitu keadilan sosial bagi masyarakatnya.
3.2 Saran
Kita sebagai warga Negara yang baik kita seharusnya, perlu menegakan hukum sesuai dengan kaidah- kaidah hukum yang berlaku. agar terciptanya keamanan, ketertiban dan keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Daftar Pustaka
Widodo, SRI., dkk. 2011.pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.UMC press
http://aristhaserenade.blogspot.com/2011/01/hak-asasi-manusia-dan-rule-of-law.html
http://emperordeva.wordpress.com/about/sejarah-hak-asasi-manusia/
http://gurupkn.wordpress.com/2008/02/22/pengertian-pengertian-hak-asasi-manusia/
Senin, 27 Oktober 2014
Jumlah Ayat Al-qur'an
Jumlah Ayat Al-Qur’an
Al-Qur’an_Sering terdengar orang (ustad, kiai, guru dll) menyatakan bahwa jumlah ayat di dalam al-Qur’anadalah enam ribu, enam ratus, dan enam puluh enam (6,666).
Namun begitu, bukan semua yang sedap didengar dan senang diingat yang dikeluarkan daripada mulut yang manis itu benar. Haruslah diperiksa dahulu sebelum menerimanya bulat-bulat. Apalagi kalau ia mengenai agama karena syaitan juga boleh berbuat demikian – “syaitan-syaitan daripada manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, untuk menipu” (6:112).
Cuma ambil sebuah calculator dan sebuah kitab al-Qur’an. Mula dari surah Fatihah yang diakhiri dengan nomor 7. Itu adalah jumlah ayat bagi surah tersebut. Kemudian pergi ke hujung surah 2 (al-Baqarah) dan bertemu pula dengan angka 286. Teruskanlah, surah demi surah, hingga ke hujung surah terakhir, iaitu surah yang ke-114. Campurkan kesemua angka itu, dan jumlah yang didapati adalah jumlah ayat-ayat al-Qur’an yang sebenar.
1-5 ( 7 + 286 + 200 + 176 + 120 ) = 789 ayat
6-10 ( 165 + 206 + 75 + 129 + 109 ) = 684
11-15 ( 123 + 111 + 43 + 52 + 99 ) = 428
16-20 ( 128 + 111 + 110 + 98 + 135 ) = 582
21-25 ( 112 + 78 + 118 + 64 + 77 ) = 449
26-30 ( 227 + 93 + 88 + 69 + 60 ) = 537
31-35 ( 34 + 30 + 73 + 54 + 45 ) = 236
36-40 ( 83 + 182 + 88 + 75 + 85 ) = 513
41-45 ( 54 + 53 + 89 + 59 + 37 ) = 292
46-50 ( 35 + 38 + 29 + 18 + 45 ) = 165
51-55 ( 60 + 49 + 62 + 55 + 78 ) = 304
56-60 ( 96 + 29 + 22 + 24 + 13 ) = 184
61-65 ( 14 + 11 + 11 + 18 + 12 ) = 66
66-70 ( 12 + 30 + 52 + 52 + 44 ) = 190
71-75 ( 28 + 28 + 20 + 56 + 40 ) = 172
76-80 ( 31 + 50 + 40 + 46 + 42 ) = 209
81-85 ( 29 + 19 + 36 + 25 + 22 ) = 131
86-90 ( 17 + 19 + 26 + 30 + 20 ) = 112
91-95 ( 15 + 21 + 11 + 8 + 8 ) = 63
96-100 ( 19 + 5 + 8 + 8 + 11 ) = 51
101-105 ( 11 + 8 + 3 + 9 + 5 ) = 36
106-110 ( 4 + 7 + 3 + 6 + 3 ) = 23
111-114 ( 5 + 4 + 5 + 6 ) = 20
———————————————————–
Jumlah besar = 6,236 ayat
———————————————————–
Maka bilangan ayat di dalam al-Qur’an adalah 6,236, bukan 6,666, seperti yang diajar ulama palsu. Tiap-tiap surah, melainkan surah 9 (At-Taubah), bermula dengan “Bismillah.” Akan tetapi hanya Bismillah yang pertama di dalam al-Qur’an, iaitu di surah 1 (Al-Fatihah), dikira sebagai satu ayat. Ini bermaksud ia diberi nomor, iaitu nomor 1. Bismillah di surah lain yang berjumlah 112 kesemuanya tidak dikira atau diberi nomor.
Andaikata bilangan 112 itu ditambah kepada jumlah besar 6,236 tadi, maka ia menjadi 6,348, yang bukan juga sebanyak 6,666 yang keramat itu.
Perbedaan bilangan ayat di antara dua jumlah tersebut (6,236 dan 6,348) dengan 6,666 adalah 430 dan 318. Perbedaannya besar. Di manakah pula tersimpannya ayat-ayat yang berlebihan itu?
Mungkin terdapat orang yang mempercayai ada unsur mistik pada nomor 6666 itu.
Karena tiada ayat Allah daripada al-Qur’an yang tersembunyi. Tiada juga kebenaran pada kepercayaan yaitu hanya sesetengah orang sahaja yang mengetahui rahasianya.
Ayat-ayat Allah di dalam al-Qur’an adalah JELAS DAN NYATA untuk dibaca dan dijadikan petunjuk bagi semua lapisan manusia di dunia. Mereka diturunkan Allah sebagai bukti yang jelas lagi nyata atas kebenaran.
Masihkah kita masih percaya ayat AlQur’an itu 6666
Allah menciptakan al qur’an dengan begitu sempurna dan tidak ada ca”t sedikitpun, sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yang sangat akurat……begitu juga al qur’an allah menciptakan al qur’an dengan penghitungan yg sangat cermat dan akurat tidak hanya isinya saja yg sempurna tetapi angka” di dalamnya dan su”nan surat,halaman,jumlah baris,huruf” dan banyak lagi…tidak hanya asal menulis dan di tempatkan, semuanya di letakkan berdasarkan perhitungan yg sangat cermat….itulah makanya al qur’an disebut kitab yg sempurna yg membedakan dari kitab yg lainnya, tetapi kebanyakan umat saat ini tidak pernah sadar akan hal tersebut,,,,,,,,,
Sekarang kita kembali ke permasalahan di atas angka 430 ada apa sich dengan angka ini….?
angka 6236 = al qur’an, jadi bisa di ibaratkan angka ini adalah al qur’an/mewakili al qur’an…..
kita sebagai umat muslim sangat di wajibkan untuk mempelajari al qur’an, dengan mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang baik dan tidak……sehingga kita akan mempunyai batasan dalam hidup ini…..
makanya klo cetakan al qur’an dari karachi pakistan itu halaman awal dimulai dengan halaman 2 da 3 tidak ada hal 1,,,,,,knapa?karena dari angka tersebut al qur’an ingin menyampaikan sesuatu yg kita tidak sadar…..kita bahas sedikit….dari halaman depan saja ada pesan supaya kita di haruskan mempelajari al qur’an,,,,”hal 2 dan hal 3″ klo kita ambil angkanya saja dan kombinasikan berarti menjadi 32 dan 23 ada apa dengan angka ini….?
Kita larikan angka yang tadi ke dalam su”nan surat di dalam al qur’an….Surat ke-32 as sajadah (batasan)Surat ke-23 al mu’minun (orang” yg beriman)
nah dari halaman depan saja al qur’an ingin menyampaikan suatu pesan kepada kita….yaitu wahai manusia pelajarilah aku karena dengan mempelajari aku kmu akan tahu 32 (as sajadah)/batasan, maksud batasan disini dengan mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh..setelah kmu mengetahui batasan dalam hidup ini kata al qur’an kmu akan mendapat 23 (al mu’min)/orang” yg beriman, otmatis donk donk klo kita tahu mana yg baik dan buruk insya allah kita akan menjadi orang” yg beriman….;)apakah angka” di atas suatu kebetulan atau memang di buat dengan perhitungan yg sangat matang……?????
kembali ke permasalahan 6236…..sebenarnya pesan angka 6666 tersebut kurang lebih seperti ini….bagi para umat muslim pelajarilah 6236/al qur’an sebagai pedoman hidupmu, dan jadikanlah 430 sebagai suri tauladan dalam tingkah pola kita sehari-hari…..
lho kok 430 dijadikan sebagai suri tauladan…?apa maksud angka tersebut…..sebagai umat muslim suri tauladan kita semua adalah nabi muhammad saw. jadi angka tersebut adalah 430 = muhammad saw. knapa bisa begitu…..?
sekarang kata muhammad kita urai yang terdiri dari huruf “mim, ha, mim, da” sekarang kita berikan ke suratmim huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
ha huruf ke 6 ——-> surat ke 6 jumlah ayat 165
mim huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
da huruf ke 8 ——-> surat ke 8 jumlah ayat 75
kita jumlahkan nomor surat dan jumlah ayat……
24 + 64 = 88
6 + 165 = 171
24 + 64 = 88
8 + 75 = 83
——+
430
jadi huruf muhammad itu klo di uraikan berjumlah 430,,,,,apakah angka” di atas sebuah kebetulan atau di berdasarkan perhitungan yg tepat,,,,,sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yg cermat dan akurat…….
Dari dua sudut pandang diatas, terserah Anda condong ke perhitungan yang mana…kita kembalikan pada kepercayaan masing – masing. Jangan mengusik dan jangan mengganggu.
Jumlah Ayat Al-qur'an
Jumlah
Ayat Al-Qur’an
Al-Qur’an_Sering
terdengar orang (ustad, kiai, guru dll) menyatakan bahwa jumlah ayat di dalam al-Qur’anadalah enam ribu, enam ratus, dan enam puluh enam (6,666).
Namun begitu, bukan semua yang sedap didengar dan senang
diingat yang dikeluarkan daripada mulut yang manis itu benar. Haruslah
diperiksa dahulu sebelum menerimanya bulat-bulat. Apalagi kalau ia mengenai
agama karena syaitan juga boleh berbuat demikian – “syaitan-syaitan daripada
manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama
lain, untuk menipu” (6:112).
Cuma ambil sebuah calculator dan sebuah kitab al-Qur’an.
Mula dari surah Fatihah yang diakhiri dengan nomor 7. Itu adalah jumlah ayat
bagi surah tersebut. Kemudian pergi ke hujung surah 2 (al-Baqarah) dan bertemu pula dengan angka 286. Teruskanlah, surah demi
surah, hingga ke hujung surah terakhir, iaitu surah yang ke-114. Campurkan
kesemua angka itu, dan jumlah yang didapati adalah jumlah ayat-ayat al-Qur’an
yang sebenar.
1-5 ( 7 + 286 + 200 + 176 + 120 ) = 789 ayat
6-10 ( 165 + 206 + 75 + 129 + 109 ) = 684
11-15 ( 123 + 111 + 43 + 52 + 99 ) = 428
16-20 ( 128 + 111 + 110 + 98 + 135 ) = 582
21-25 ( 112 + 78 + 118 + 64 + 77 ) = 449
26-30 ( 227 + 93 + 88 + 69 + 60 ) = 537
31-35 ( 34 + 30 + 73 + 54 + 45 ) = 236
36-40 ( 83 + 182 + 88 + 75 + 85 ) = 513
41-45 ( 54 + 53 + 89 + 59 + 37 ) = 292
46-50 ( 35 + 38 + 29 + 18 + 45 ) = 165
51-55 ( 60 + 49 + 62 + 55 + 78 ) = 304
56-60 ( 96 + 29 + 22 + 24 + 13 ) = 184
61-65 ( 14 + 11 + 11 + 18 + 12 ) = 66
66-70 ( 12 + 30 + 52 + 52 + 44 ) = 190
71-75 ( 28 + 28 + 20 + 56 + 40 ) = 172
76-80 ( 31 + 50 + 40 + 46 + 42 ) = 209
81-85 ( 29 + 19 + 36 + 25 + 22 ) = 131
86-90 ( 17 + 19 + 26 + 30 + 20 ) = 112
91-95 ( 15 + 21 + 11 + 8 + 8 ) = 63
96-100 ( 19 + 5 + 8 + 8 + 11 ) = 51
101-105 ( 11 + 8 + 3 + 9 + 5 ) = 36
106-110 ( 4 + 7 + 3 + 6 + 3 ) = 23
111-114 ( 5 + 4 + 5 + 6 ) = 20
———————————————————–
Jumlah besar = 6,236 ayat
———————————————————–
Maka bilangan ayat di dalam al-Qur’an adalah 6,236, bukan
6,666, seperti yang diajar ulama palsu. Tiap-tiap surah, melainkan surah 9 (At-Taubah), bermula dengan “Bismillah.” Akan tetapi hanya Bismillah yang pertama di dalam
al-Qur’an, iaitu di surah 1 (Al-Fatihah), dikira sebagai satu ayat. Ini bermaksud ia diberi nomor,
iaitu nomor 1. Bismillah di surah lain yang berjumlah 112 kesemuanya tidak
dikira atau diberi nomor.
Andaikata
bilangan 112 itu ditambah kepada jumlah besar 6,236 tadi, maka ia menjadi
6,348, yang bukan juga sebanyak 6,666 yang keramat itu.
Perbedaan
bilangan ayat di antara dua jumlah tersebut (6,236 dan 6,348) dengan 6,666
adalah 430 dan 318. Perbedaannya besar. Di manakah pula tersimpannya ayat-ayat
yang berlebihan itu?
Mungkin terdapat orang yang mempercayai ada unsur mistik pada nomor 6666 itu.
Mungkin terdapat orang yang mempercayai ada unsur mistik pada nomor 6666 itu.
Karena
tiada ayat Allah daripada al-Qur’an yang tersembunyi. Tiada juga kebenaran
pada kepercayaan yaitu hanya sesetengah orang sahaja yang mengetahui
rahasianya.
Ayat-ayat
Allah di dalam al-Qur’an adalah JELAS DAN NYATA untuk dibaca dan dijadikan petunjuk
bagi semua lapisan manusia di dunia. Mereka diturunkan Allah sebagai bukti yang
jelas lagi nyata atas kebenaran.
Masihkah
kita masih percaya ayat AlQur’an itu 6666
Allah menciptakan al qur’an dengan begitu sempurna dan tidak
ada ca”t sedikitpun, sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu
di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yang sangat akurat……begitu juga al
qur’an allah menciptakan al qur’an dengan penghitungan yg sangat cermat dan
akurat tidak hanya isinya saja yg sempurna tetapi angka” di dalamnya dan su”nan
surat,halaman,jumlah baris,huruf” dan banyak lagi…tidak hanya asal menulis dan
di tempatkan, semuanya di letakkan berdasarkan perhitungan yg sangat
cermat….itulah makanya al qur’an disebut kitab yg sempurna yg membedakan dari
kitab yg lainnya, tetapi kebanyakan umat saat ini tidak pernah sadar akan hal
tersebut,,,,,,,,,
Sekarang
kita kembali ke permasalahan di atas angka 430 ada apa sich dengan angka ini….?
angka
6236 = al qur’an, jadi bisa di ibaratkan angka ini adalah al qur’an/mewakili al
qur’an…..
kita sebagai umat muslim sangat di wajibkan untuk mempelajari al qur’an, dengan mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang baik dan tidak……sehingga kita akan mempunyai batasan dalam hidup ini…..
kita sebagai umat muslim sangat di wajibkan untuk mempelajari al qur’an, dengan mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang baik dan tidak……sehingga kita akan mempunyai batasan dalam hidup ini…..
makanya
klo cetakan al qur’an dari karachi pakistan itu halaman awal dimulai dengan
halaman 2 da 3 tidak ada hal 1,,,,,,knapa?karena dari angka tersebut al qur’an
ingin menyampaikan sesuatu yg kita tidak sadar…..kita bahas sedikit….dari
halaman depan saja ada pesan supaya kita di haruskan mempelajari al
qur’an,,,,”hal 2 dan hal 3″ klo kita ambil angkanya saja dan kombinasikan
berarti menjadi 32 dan 23 ada apa dengan angka ini….?
Kita
larikan angka yang tadi ke dalam su”nan surat di dalam al qur’an….Surat ke-32
as sajadah (batasan)Surat ke-23 al
mu’minun (orang” yg beriman)
nah dari halaman depan saja al qur’an ingin menyampaikan
suatu pesan kepada kita….yaitu wahai manusia pelajarilah aku karena dengan mempelajari
aku kmu akan tahu 32 (as sajadah)/batasan, maksud batasan disini dengan
mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh..setelah
kmu mengetahui batasan dalam hidup ini kata al qur’an kmu akan mendapat 23 (al
mu’min)/orang” yg beriman, otmatis donk donk klo kita tahu mana yg baik dan
buruk insya allah
kita akan menjadi orang” yg beriman….;)apakah angka” di atas suatu kebetulan
atau memang di buat dengan perhitungan yg sangat matang……?????
kembali
ke permasalahan 6236…..sebenarnya pesan angka 6666 tersebut kurang lebih
seperti ini….bagi para umat muslim pelajarilah 6236/al qur’an sebagai pedoman
hidupmu, dan jadikanlah 430 sebagai suri tauladan dalam tingkah pola kita
sehari-hari…..
lho
kok 430 dijadikan sebagai suri tauladan…?apa maksud angka tersebut…..sebagai
umat muslim suri tauladan kita semua adalah nabi muhammad saw. jadi angka
tersebut adalah 430 = muhammad saw. knapa bisa begitu…..?
sekarang kata muhammad kita urai
yang terdiri dari huruf “mim, ha, mim, da” sekarang kita berikan ke suratmim
huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
ha huruf ke 6 ——-> surat ke 6 jumlah ayat 165
mim huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
da huruf ke 8 ——-> surat ke 8 jumlah ayat 75
ha huruf ke 6 ——-> surat ke 6 jumlah ayat 165
mim huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
da huruf ke 8 ——-> surat ke 8 jumlah ayat 75
kita jumlahkan nomor surat dan
jumlah ayat……
24 + 64 = 88
6 + 165 = 171
24 + 64 = 88
8 + 75 = 83
——+
430
24 + 64 = 88
6 + 165 = 171
24 + 64 = 88
8 + 75 = 83
——+
430
jadi huruf muhammad itu klo di uraikan berjumlah
430,,,,,apakah angka” di atas sebuah kebetulan atau di berdasarkan perhitungan
yg tepat,,,,,sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu di alam
semesta ini berdasarkan perhitungan yg cermat dan akurat…….
Dari
dua sudut pandang diatas, terserah Anda condong ke perhitungan yang mana…kita
kembalikan pada kepercayaan masing – masing. Jangan mengusik dan jangan
mengganggu.
Contoh Soal Matematika Dasar
Dikumpulkan: 4 November 2013 pukul 07.00
A. Tentukan solusi dari pertidaksamaan berikut! Gambarkan diagram (grafik) solusinya dan nyatakan pula solusinya dalam notasi selang.
1. 𝑥+1<2𝑥−5<4𝑥
2. 𝑥+1𝑥2−2𝑥−3≥0
3. 1𝑥−1≤2
4. 𝑥−3 <𝑥+1
B. Tentukan daerah asal dari fungsi berikut!
5. 𝑓 𝑥 = 𝑥𝑥+3
6. 𝑓 𝑥 = 𝑥2−4
C. Diketahui 𝑓 𝑥 =𝑥2−2 dan 𝑔 𝑥 = 𝑥.
7. Tentukan 𝑔𝑜𝑓 (𝑥2) dan 𝑓𝑜𝑔 ( 𝑥)
8. Cari 𝑓−1(𝑥) dan 𝑔−1(𝑥). Buktikan bahwa 𝑓−1(𝑥) dan 𝑔−1(𝑥) masing-masing merupakan invers dari𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥).
D. Tentukan limit fungsi berikut.
9. lim𝑥→1 𝑥2−1𝑥−1
10. lim𝑥→2|𝑥−2|𝑥−2
E. Diketahui 𝑓 𝑥 = 𝑥−1, 𝑥<0𝑥2+2, 0≤𝑥<314−𝑥,𝑥≥3
Tentukan:
11. lim𝑥→0𝑓(𝑥)
12. lim𝑥→3𝑓(𝑥)
13. Jika diketahui 𝑓 𝑥 =𝑥2−2𝑥, tentukan limΔ𝑥→0𝑓 𝑥+Δ𝑥 −𝑓(𝑥)Δ𝑥
F. Tentukan:
14. 𝑓′(2) jika 𝑓 𝑥 =𝑥+11−𝑥
15. 𝑑𝑑𝑥 sin𝑥1+cos𝑥
16. 𝑑𝑦𝑑𝑥 jika 𝑦=[𝑥+sin 𝑥2 ]4
17. 𝑑𝑦𝑑𝑥 jika 𝑦=𝑢3 dengan 𝑢=cos𝑥
18. 𝑑𝑦𝑑𝑥 jika 𝑦=𝑥2+1𝑥3−sin( 𝑥)
G. Tentukan persamaan garis singgung pada kurva:
19. 𝑓 𝑥 =1 𝑥+1 di x = 3.
20. 𝑓 𝑥 =sin(2𝑥) di x = 𝜋4.
A. Tentukan solusi dari pertidaksamaan berikut! Gambarkan diagram (grafik) solusinya dan nyatakan pula solusinya dalam notasi selang.
1. 𝑥+1<2𝑥−5<4𝑥
2. 𝑥+1𝑥2−2𝑥−3≥0
3. 1𝑥−1≤2
4. 𝑥−3 <𝑥+1
B. Tentukan daerah asal dari fungsi berikut!
5. 𝑓 𝑥 = 𝑥𝑥+3
6. 𝑓 𝑥 = 𝑥2−4
C. Diketahui 𝑓 𝑥 =𝑥2−2 dan 𝑔 𝑥 = 𝑥.
7. Tentukan 𝑔𝑜𝑓 (𝑥2) dan 𝑓𝑜𝑔 ( 𝑥)
8. Cari 𝑓−1(𝑥) dan 𝑔−1(𝑥). Buktikan bahwa 𝑓−1(𝑥) dan 𝑔−1(𝑥) masing-masing merupakan invers dari𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥).
D. Tentukan limit fungsi berikut.
9. lim𝑥→1 𝑥2−1𝑥−1
10. lim𝑥→2|𝑥−2|𝑥−2
E. Diketahui 𝑓 𝑥 = 𝑥−1, 𝑥<0𝑥2+2, 0≤𝑥<314−𝑥,𝑥≥3
Tentukan:
11. lim𝑥→0𝑓(𝑥)
12. lim𝑥→3𝑓(𝑥)
13. Jika diketahui 𝑓 𝑥 =𝑥2−2𝑥, tentukan limΔ𝑥→0𝑓 𝑥+Δ𝑥 −𝑓(𝑥)Δ𝑥
F. Tentukan:
14. 𝑓′(2) jika 𝑓 𝑥 =𝑥+11−𝑥
15. 𝑑𝑑𝑥 sin𝑥1+cos𝑥
16. 𝑑𝑦𝑑𝑥 jika 𝑦=[𝑥+sin 𝑥2 ]4
17. 𝑑𝑦𝑑𝑥 jika 𝑦=𝑢3 dengan 𝑢=cos𝑥
18. 𝑑𝑦𝑑𝑥 jika 𝑦=𝑥2+1𝑥3−sin( 𝑥)
G. Tentukan persamaan garis singgung pada kurva:
19. 𝑓 𝑥 =1 𝑥+1 di x = 3.
20. 𝑓 𝑥 =sin(2𝑥) di x = 𝜋4.
URGENCY OF EID ADHA
URGENCY OF EID ADHA
My name is Abdu Yakan Rosyadi . I experienced significant events in my life that is incident on Tuesday yesterday, Eid Adha. I lecture holiday since Saturday until Wednesday , but I came back on Sunday afternoon there is an important event that I follow on campus. Sunday afternoon I went home in baleendah by car. Travelling to home about an hour more .
On arrival at grandma's house , I was tired. Today 's aunt who returned to Bandung from Jakarta until more there. At grandma's house was preparing for tomorrow. Cooked food . As was ready to be eaten . Delicious .
This morning , I wake up in the morning because i will prepare to field for prayers Eid . That is my uncle own speaker . Lots of things can I get in the talk. Lots of wisdom that we can take from that is to affirm the sacrifice of events faith , are subject to the laws of God and bow to his command
" Indeed in their stories, there is the leasson for men of understanding . It (the Qur'an) is not a Forged statement but a confirmation of the God 's exiting Books and detailed Explanation of everything and guide and a Mercy for the people who believe " (Qur'an Yusuf/111 )
Eid Adha moment could be our encouragement for educators to emulate Siti Hajar , if this is done in earnest by educators , we are optimistic that education will have better progress .
Eid sacrifice means instilling the value of sacrifice. Spirit of sacrifice that God commanded Ibrahim to sacrifice his son ( Ismail ) . This then becomes a Sunnah of Muhammad until now.
Name : Abdu Yakan Rosyadi
Class : PTE-B
No. : 1307493
ROUND ROBIN
Penjadwalan Round Robin (RR)
Round robin adalah sebuah susunan yang memilih semua elemen pada grup seperti beberapa perintah rasional, biasanya dari atas sampai ke bawah sebuah daftar/susunan dan kembali lagi keatas dan begitu seterusnya. Dapat diandaikan bahwa round robin seperti mengambil giliran (“taking turns”).
Dalam cara kerja komputer, satu metode memiliki beberapa proses program yang berbeda dalam mengambil giliran, dengan menggunakan sumber daya komputer ke batas proses setiap jangka waktu pendek tertentu, kemudian membatalkan/menghentikan proses yang sedang berjalan kepada proses yang mendapat giliran berikutnya. Biasa diartikan sebagai proses Penjadwalan Round Robin.
Dapat dianalogikan seperti turnamen olahraga, dimana round robin menyusun/mengatur semua tim atau para pemain mengambil/memainkan giliran mereka bermain. Yang akan menghasilkan pemenang dari turnamen yang telah diselenggarakan.
Pengertian lain Round Robin Merupakan :
· Penjadwalan yang paling tua, sederhana, adil,banyak digunakan algoritmanya dan mudah diimplementasikan/diterapkan.
· Penjadwalan ini bukan dipreempt(diinterupsi) oleh proses lain tetapi oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya proses (preempt by time).
· Penjadwalan tanpa prioritas (pengutamaan).
·Dapat dikatakan bahwa semua proses memiliki kepentingan yang sama, sehingga tidak ada prioritas tertentu.
Semua proses dianggap penting sehingga diberi sejumlah waktu oleh pemroses yang disebut kwanta (quantum) atau time slice dimana proses itu berjalan. Jika proses masih running sampai akhir quantum, maka CPU akan mempreempt proses itu dan memberikannya ke proses lain. Penjadwal membutuhkannya dengan memelihara daftar proses dari runnable. Tentu proses ini cukup adil karena tak ada proses yang diprioritaskan, semua proses mendapat jatah waktu yang sama dari CPU yaitu (1/n), dan tak akan menunggu lebih lama dari (n-1)q dengan q adalah lama 1 quantum.
Permasalahan utama pada Round Robin adalah menentukan besarnya time quantum. Jika time quantum yang ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 quantum dan akan banyak peralihan proses sehingga banyak waktu terbuang. Hal ini tidak baik karena akan terjadi banyak switch, padahal CPU memerlukan waktu untuk beralih dari suatu proses ke proses lain (disebut dengan context switches time). Sebaliknya, jika time quantum terlalu besar, algoritma Round Robin akan berjalan seperti algoritma first come first served (siapa yang datang pertama, dialah yang dilayani). Time quantum yang ideal adalah jika 80% dari total proses memiliki CPU burst time yang lebih kecil dari 1 time quantum.
Ketika quantum habis untuk satu proses tertentu, maka proses tersebut akan diletakkan diakhir daftar (list), seperti nampak dalam gambar berikut ini :
Proses Saat Ini
+---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+
: B :--: F :--: D :--: G :--: A : : B :--: F :--: D :--: G :--: A :
+---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+
Gambar 4.1(a) : Daftar proses runnable.
4.1(b) : Daftar proses runnable sesudah proses b habis quantum-nya.
Algoritma yang digunakan :
1. Jika kwanta habis dan proses belum selesai, maka proses menjadi runnable dan pemroses dialihkan ke proses lain.
2. Jika kwanta belum habis dan proses menunggu suatu kejadian (selesainya operasi I/O), maka proses menjadi blocked dan pemroses dialihkan ke proses lain.
3. Jika kwanta belum habis tetapi proses telah selesai, maka proses diakhiri dan pemroses dialihkan ke proses lain.
Diimplementasikan dengan :
1. Mengelola senarai proses ready (runnable) sesuai urutan kedatangan.
2. Ambil proses yang berada di ujung depan antrian menjadi running.
3. Bila kwanta belum habis dan proses selesai, maka ambil proses di ujung depan antrian proses ready.
4. Jika kwanta habis dan proses belum selesai, maka tempatkan proses running ke ekor antrian proses ready dan ambil proses di ujung depan antrian proses ready.
Masalah yang timbul adalah menentukan besar kwanta, yaitu :
· Kwanta terlalu besar menyebabkan waktu tanggap besar dan turn arround time rendah.
· Kwanta terlalu kecil menyebabkan peralihan proses terlalu banyak sehingga menurunkan efisiensi proses.
Switching dari satu proses ke proses lain membutuhkan kepastian waktu yang digunakan untuk administrasi, menyimpan, memanggil nilai-nilai register, pemetaan memori, memperbaiki tabel proses dan senarai dan sebagainya.
Mungkin proses switch ini atau konteks switch membutuhkan waktu 5 msec disamping waktu pemroses yang dibutuhkan untuk menjalankan proses tertentu. Dengan permasalahan tersebut tentunya harus ditetapkan kwanta waktu yang optimal berdasarkan kebutuhan sistem dari hasil percobaan atau data historis. Besar kwanta waktu beragam bergantung beban sistem. Apabila nilai quantum terlalu singkat akan menyebabkan terlalu banyak switch antar proses dan efisiensi CPU akan buruk, sebaliknya bila nilai quantum terlalu lama akan menyebabkan respon CPU akan lambat sehingga proses yang singkat akan menunggu lama. Sebuah quantum sebesar 100 msec merupakan nilai yang dapat diterima.
Penilaian penjadwalan ini berdasarkan kriteria optimasi :
· Adil
Adil bila dipandang dari persamaan pelayanan oleh pemroses.
· Efisiensi
Cenderung efisien pada sistem interaktif.
· Waktu tanggap
Memuaskan untuk sistem interaktif, tidak memadai untuk sistem waktu nyata.
· Turn around time
Cukup baik.
· Throughtput
Cukup baik.
Penjadwalan ini :
a. Baik untuk sistem interactive-time sharing dimana kebanyakan waktu dipergunakan menunggu kejadian eksternal.
Contoh : text editor, kebanyakan waktu program adalah untuk menunggu keyboard, sehingga dapat dijalankan proses-proses lain.
b. Tidak cocok untuk sistem waktu nyata apalagi hard-real-time applications.
Jadi kesimpulan yang dapat ditambahkan dari round robin adalah:
Tiap proses memperoleh alokasi waktu CPU dlm kuantum waktu, biasanya 10-100 ms
Setelah kuantum waktu lewat, proses dipreempted dan dimasukkan ke belakang antrian ready
Jika ada n proses pada antrian ready dan kuantum waktu=q, maka:
§ Pada gilirannya tiap proses memperoleh 1/n waktu CPU selama q
§ Tidak ada proses yg menunuggu lebih dari (n-1)q unit waktu
RAID
Secara sederhana, RAID adalah sebuah cara menggabungkan sekelompok hard disk untuk membentuk satu “virtual” drive. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ruang yang lebih besar, tetapi juga membangun perlindungan data dengan fungsi redundansi / melakukan duplikasi data dalam drive tambahan. Oleh karena itu, bila kelak salah satu drive gagal/down, maka data akan tetap aman dan tersedia. Singkatnya, RAID menyediakan dua keunggulan utama: ruang dan keamanan data. Nah, dalam artikel berikut saya akan berbicara mengenai RAID beserta tingkatan, kelebihan dan kekurangannya.
A. TIPE RAID
Ada dua tipe implementasi RAID. Yaitu:
[message_box color="blue"]Software RAID: Semua konfigurasi ditangani oleh sistem operasi/software. Keuntungan dari RAID software yang sangat murah, karena tidak perlu membeli perangkat keras tambahan untuk mengelola RAID. Tetapi karena tidak dikelola oleh hardware sendiri, maka kelemahannya adalah dia butuh sumber daya memori dan daya CPU tambahan dari komputer.[/message_box]
[message_box color="red"]Hardware RAID: Semua informasi tentang konfigurasi RAID disimpan dalam interface card dalam bentuk perangkat keras. Keuntungannya adalah meningkatkan kinerja. Karena semuanya ditangani oleh interface card, sehingga komputer tidak tidak perlu menggunakan memori atau daya CPU untuk menjalankan RAID. [/message_box]
Dulu sekali, Hardware RAIDbisa dikatakan jadi primadona. Namun seiring berkembangnya waktu, multi-core CPU dan memori sudah bisa didapatkan dengan harga yang semakin terjangkau dan semakin mumpuni kualitasnya. Maka dengan CPU yang lebih cepat, Software RAID pun sekarang bisa melakukan kinerja sebaik Hardware RAID dan bahkan bisa lebih cepat dalam beberapa kasus.
B. LEVEL RAID
Tingkatan RAID pada dasarnya merupakan cara / teknik konfigurasi hard drive. Setiap level memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang unggul di sisi ruang /storage tetapi lemah di sisi keamanan datanya, ada yang unggul di sisi keamanan namun lemah kinerjanya, dsb. Pada dasarnya tidak ada yang “terbaik” untuk RAID. Masing-masing dari level berikut bisa dikatakan “terbaik” tergantung dengan situasinya. Jadi terserah kebijaksanaan kita untuk menentukan.
Raid 0
Dengan RAID 0, kita menggunakan dua / lebih hard disk yang bertindak seolah-olah mereka satu hard disk. Raid 0 diibaratkan memiliki “0″ perlindungan. Bahkan karena kita menggunakan dua hard disk maka kita memiliki dua kali risiko kehilangan data. Karena bila salah satu drive mengalami error, maka kita terancam kehilangan data.
Kelebihan:
RAID 0 menggunakan ruang hard disk secara maksimal karena tidak ada redundasi data.
RAID 0 punya kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu.
Kekurangan:
Tidak ada perlindungan. Jadi jika kita kehilangan satu hard disk tunggal, data kita akan hilang.
Karena kita menggunakan dua hard drive tanpa redundansi, maka resiko kita jadi dua kali lipat. Makanya akan lebih aman untuk menyimpan data dalam hard disk tunggal, misalnya bila kita menyimpan file 10MB dimana masing-masing drive menerima 5MB, maka jika salah satu drive rusak, kita hanya kehilangan data 5MB.
Kapan pakainya:
Raid 0 lebih pas digunakan oleh orang-orang yang mengutamakan ruang tetapi tidak peduli tentang kehilangan data mereka. Jadi di kondisi apa kita menggunakan RAID 0? Salah satu contohnya adalah sebagai server backup yang murah. Katakanlah kita punya banyak harddisk lama yang sudah tidak dipakai lagi, kemudian ingin membuat cadangan/backup data tetapi harddisk tua kita tidak cukup besar untuk pekerjaan itu. Maka kita bisa tempatkan semua hard disk yang ada untuk membentuk array RAID 0 dan menggabungkan kapasitas hardisk yang sudah ada. Tetapi pastikan data-data yang masuk ke server ini adalah hanya untuk tujuan backup/cadangan.
Raid 1
Dalam RAID 1 terjadi mirrorring antar hard disk. Sehingga dia menyediakan redundansi jika salah satu disk mengalami error. Tidak seperti RAID 0 di mana semua space digabungkan, RAID 1 hanya menggunakan setengah ruang karena drive kedua digunakan untuk redundansi. Dengan syarat kedua hard drive ukurannya harus sama.
Kelebihan:Redundansi dan Kecepatan.
Kekurangan: Space hard disk tidak digunakan secara efisien. Karena kedua hard disk adalah salinan satu sama lain, hanya setengah dari ukuran jumlah gabungan yang digunakan.
Kapan pakainya:RAID 1 memakan ruang/space hard disk, tetapi lebih baik untuk kecepatan dan redundansi. Ini jadi pilihan yang baik untuk menjalankan sistem operasi. Server pada umumnya memiliki dua level RAID. RAID 1 yang berisi sistem operasi saja dan RAID tingkat kedua (biasanya RAID 5) untuk penyimpanan/storage.
RAID 5
RAID 5 adalah tingkat atau level yang paling populer digunakan di server saat ini.
Dengan RAID 5 kita bisa memiliki performa dan efisiensi penggunaan ruang. Dalam RAID 5 redundansi didistribusikan di antara semua drive. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan pada RAID 5 adalah tiga.
Kelebihan:
Efisiensi penggunaan kombinasi harddisk.
Toleransi kesalahan: Jika salah satu hard disk down/error maka data tetap aman.
Kekurangan:
Kecepatan RAID 5 tidak secepat RAID 0 atau 1.
Jika lebih dari satu hard disk mengalami error, maka data terancam hilang.
Kapan menggunakan: RAID 5 adalah pilihan terbaik untuk data storage, karena efisien dalam penggunaan ruang dan menyediakan redundansi data.
RAID 6
RAID 6 pada dasarnya sama dengan RAID 5, dengan perbedaan dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan dengan RAID 6 adalah empat.
Kelebihan: Meskipun dua hard disk down bersamaan, data kita tetap aman.
Kekurangan:
Space total hard drive sangat berkurang karena lebih banyak dialokasikan untuk partisi redundansi.
Kecepatan RAID 6 tidak secepat RAID 0 atau 1.
Proses rebuilt lebih lambat. Ketika drive down, maka perlu rebuilt kembali. Kinerja akan menurun jauh bila dibandingkan dengan metode RAID lainnya.
Kapan menggunakan:
RAID 6 baik digunakan untuk media storage. Sebab pada dasarnya RAID 6 sama dengan RAID 5 dengan keamanan data yang lebih baik. Namun akibatnya, kita akan kehilangan sekitar 40% dari ruang gabungan total.
RAID Z
Raid Z dan RAID Z2 adalah penemuan Sun Micro System. RAID Z memiliki semua manfaat dari RAID 5 dan fitur lainnya yang membuatnya jauh lebih unggul. Seperti dengan RAID 5, RAID Z dapat mendukung sejumlah hard disk yang bekerja sama dan satu disk untuk redudansi. Jumlah minimum dari hard disk adalah tiga dan hanya satu yang bisa down pada suatu waktu. Jika lebih dari satu hard disk rusak pada saat yang sama, maka kita beresiko kehilangan data.
Kelebihan: Memiliki semua kelebihan dari RAID 5 dan fitur lainnya.
Kelemahan: Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.
Kapan menggunakan: RAID Z adalah level RAID terbaik untuk penyimpanan/storage. Pada dasarnya RAID Z melengkapi hampir semua kekurangan dari RAID tingkat sebelumnya dan menambahkan banyak fitur baru. Namun hanya bisa digunakan dengan sistem berbasis Solaris dan BSD. RAID Z sangat baik untuk digunakan dalam NAS / lainnya untuk penyimpanan data berskala besar.
RAID Z2
Raid Z2 hampir identik dengan Raid Z dan mirip dengan RAID 6. Dalam RAID Z2, meski dua hard disk bisa down di waktu bersamaan namun data akan tetap aman dan mudah diakses. Sama seperti RAID Z, RAID Z2 jauh lebih unggul dengan RAID 6 karena di dalamnya terdapat banyak fitur lainnya. Jumlah minimum drive untuk menggunakan RAID Z2 adalah empat.
Keuntungan:
Data lebih aman meski dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu.
Memiliki semua manfaat dari RAID Z.
Kekurangan:
Dua hard disk digunakan untuk paritas, sehingga ukuran jumlah gabungan space sangat terbatas.
Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.
Kapan menggunakan:Sama seperti RAID Z tetapi dilengkapi dengan tambahan tingkat keamanan. Tidak untuk digunakan jika butuh space yang besar.
RAID 10
RAID 10 adalah gabungan dari RAID 1 + RAID 0. Makanya dia bisa memberikan optimasi untuk toleransi kesalahan. Dimana RAID 0 memiliki kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu, sedangkan RAID 1 memberikan mirroring disk untuk redundansi. Dalam beberapa kasus, RAID 10 menawarkan data yang lebih cepat membaca dan menulis daripada RAID 5 karena tidak perlu mengelola paritas. Minimum harddisk yang bisa digunakan adalah 4 hard disk.
Keunggulan:
Memiliki manfaat dari kecepatan dari RAID 0 dan Mirroring dari Raid 1.
Tingkat keamanan terhadap kemungkinan hilangnya data yang lebih baik dari penggunaan sebuah harddisk.
Kelemahan:
Memiliki segala kekurangan yang dimiliki RAID 1 dan RAID 0.
Kegagalan disk memiliki efek pada throughput, meskipun hal ini masih dapat ditoleransi.
Round robin adalah sebuah susunan yang memilih semua elemen pada grup seperti beberapa perintah rasional, biasanya dari atas sampai ke bawah sebuah daftar/susunan dan kembali lagi keatas dan begitu seterusnya. Dapat diandaikan bahwa round robin seperti mengambil giliran (“taking turns”).
Dalam cara kerja komputer, satu metode memiliki beberapa proses program yang berbeda dalam mengambil giliran, dengan menggunakan sumber daya komputer ke batas proses setiap jangka waktu pendek tertentu, kemudian membatalkan/menghentikan proses yang sedang berjalan kepada proses yang mendapat giliran berikutnya. Biasa diartikan sebagai proses Penjadwalan Round Robin.
Dapat dianalogikan seperti turnamen olahraga, dimana round robin menyusun/mengatur semua tim atau para pemain mengambil/memainkan giliran mereka bermain. Yang akan menghasilkan pemenang dari turnamen yang telah diselenggarakan.
Pengertian lain Round Robin Merupakan :
· Penjadwalan yang paling tua, sederhana, adil,banyak digunakan algoritmanya dan mudah diimplementasikan/diterapkan.
· Penjadwalan ini bukan dipreempt(diinterupsi) oleh proses lain tetapi oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya proses (preempt by time).
· Penjadwalan tanpa prioritas (pengutamaan).
·Dapat dikatakan bahwa semua proses memiliki kepentingan yang sama, sehingga tidak ada prioritas tertentu.
Semua proses dianggap penting sehingga diberi sejumlah waktu oleh pemroses yang disebut kwanta (quantum) atau time slice dimana proses itu berjalan. Jika proses masih running sampai akhir quantum, maka CPU akan mempreempt proses itu dan memberikannya ke proses lain. Penjadwal membutuhkannya dengan memelihara daftar proses dari runnable. Tentu proses ini cukup adil karena tak ada proses yang diprioritaskan, semua proses mendapat jatah waktu yang sama dari CPU yaitu (1/n), dan tak akan menunggu lebih lama dari (n-1)q dengan q adalah lama 1 quantum.
Permasalahan utama pada Round Robin adalah menentukan besarnya time quantum. Jika time quantum yang ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 quantum dan akan banyak peralihan proses sehingga banyak waktu terbuang. Hal ini tidak baik karena akan terjadi banyak switch, padahal CPU memerlukan waktu untuk beralih dari suatu proses ke proses lain (disebut dengan context switches time). Sebaliknya, jika time quantum terlalu besar, algoritma Round Robin akan berjalan seperti algoritma first come first served (siapa yang datang pertama, dialah yang dilayani). Time quantum yang ideal adalah jika 80% dari total proses memiliki CPU burst time yang lebih kecil dari 1 time quantum.
Ketika quantum habis untuk satu proses tertentu, maka proses tersebut akan diletakkan diakhir daftar (list), seperti nampak dalam gambar berikut ini :
Proses Saat Ini
+---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+
: B :--: F :--: D :--: G :--: A : : B :--: F :--: D :--: G :--: A :
+---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+ +---+
Gambar 4.1(a) : Daftar proses runnable.
4.1(b) : Daftar proses runnable sesudah proses b habis quantum-nya.
Algoritma yang digunakan :
1. Jika kwanta habis dan proses belum selesai, maka proses menjadi runnable dan pemroses dialihkan ke proses lain.
2. Jika kwanta belum habis dan proses menunggu suatu kejadian (selesainya operasi I/O), maka proses menjadi blocked dan pemroses dialihkan ke proses lain.
3. Jika kwanta belum habis tetapi proses telah selesai, maka proses diakhiri dan pemroses dialihkan ke proses lain.
Diimplementasikan dengan :
1. Mengelola senarai proses ready (runnable) sesuai urutan kedatangan.
2. Ambil proses yang berada di ujung depan antrian menjadi running.
3. Bila kwanta belum habis dan proses selesai, maka ambil proses di ujung depan antrian proses ready.
4. Jika kwanta habis dan proses belum selesai, maka tempatkan proses running ke ekor antrian proses ready dan ambil proses di ujung depan antrian proses ready.
Masalah yang timbul adalah menentukan besar kwanta, yaitu :
· Kwanta terlalu besar menyebabkan waktu tanggap besar dan turn arround time rendah.
· Kwanta terlalu kecil menyebabkan peralihan proses terlalu banyak sehingga menurunkan efisiensi proses.
Switching dari satu proses ke proses lain membutuhkan kepastian waktu yang digunakan untuk administrasi, menyimpan, memanggil nilai-nilai register, pemetaan memori, memperbaiki tabel proses dan senarai dan sebagainya.
Mungkin proses switch ini atau konteks switch membutuhkan waktu 5 msec disamping waktu pemroses yang dibutuhkan untuk menjalankan proses tertentu. Dengan permasalahan tersebut tentunya harus ditetapkan kwanta waktu yang optimal berdasarkan kebutuhan sistem dari hasil percobaan atau data historis. Besar kwanta waktu beragam bergantung beban sistem. Apabila nilai quantum terlalu singkat akan menyebabkan terlalu banyak switch antar proses dan efisiensi CPU akan buruk, sebaliknya bila nilai quantum terlalu lama akan menyebabkan respon CPU akan lambat sehingga proses yang singkat akan menunggu lama. Sebuah quantum sebesar 100 msec merupakan nilai yang dapat diterima.
Penilaian penjadwalan ini berdasarkan kriteria optimasi :
· Adil
Adil bila dipandang dari persamaan pelayanan oleh pemroses.
· Efisiensi
Cenderung efisien pada sistem interaktif.
· Waktu tanggap
Memuaskan untuk sistem interaktif, tidak memadai untuk sistem waktu nyata.
· Turn around time
Cukup baik.
· Throughtput
Cukup baik.
Penjadwalan ini :
a. Baik untuk sistem interactive-time sharing dimana kebanyakan waktu dipergunakan menunggu kejadian eksternal.
Contoh : text editor, kebanyakan waktu program adalah untuk menunggu keyboard, sehingga dapat dijalankan proses-proses lain.
b. Tidak cocok untuk sistem waktu nyata apalagi hard-real-time applications.
Jadi kesimpulan yang dapat ditambahkan dari round robin adalah:
Tiap proses memperoleh alokasi waktu CPU dlm kuantum waktu, biasanya 10-100 ms
Setelah kuantum waktu lewat, proses dipreempted dan dimasukkan ke belakang antrian ready
Jika ada n proses pada antrian ready dan kuantum waktu=q, maka:
§ Pada gilirannya tiap proses memperoleh 1/n waktu CPU selama q
§ Tidak ada proses yg menunuggu lebih dari (n-1)q unit waktu
RAID
Secara sederhana, RAID adalah sebuah cara menggabungkan sekelompok hard disk untuk membentuk satu “virtual” drive. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ruang yang lebih besar, tetapi juga membangun perlindungan data dengan fungsi redundansi / melakukan duplikasi data dalam drive tambahan. Oleh karena itu, bila kelak salah satu drive gagal/down, maka data akan tetap aman dan tersedia. Singkatnya, RAID menyediakan dua keunggulan utama: ruang dan keamanan data. Nah, dalam artikel berikut saya akan berbicara mengenai RAID beserta tingkatan, kelebihan dan kekurangannya.
A. TIPE RAID
Ada dua tipe implementasi RAID. Yaitu:
[message_box color="blue"]Software RAID: Semua konfigurasi ditangani oleh sistem operasi/software. Keuntungan dari RAID software yang sangat murah, karena tidak perlu membeli perangkat keras tambahan untuk mengelola RAID. Tetapi karena tidak dikelola oleh hardware sendiri, maka kelemahannya adalah dia butuh sumber daya memori dan daya CPU tambahan dari komputer.[/message_box]
[message_box color="red"]Hardware RAID: Semua informasi tentang konfigurasi RAID disimpan dalam interface card dalam bentuk perangkat keras. Keuntungannya adalah meningkatkan kinerja. Karena semuanya ditangani oleh interface card, sehingga komputer tidak tidak perlu menggunakan memori atau daya CPU untuk menjalankan RAID. [/message_box]
Dulu sekali, Hardware RAIDbisa dikatakan jadi primadona. Namun seiring berkembangnya waktu, multi-core CPU dan memori sudah bisa didapatkan dengan harga yang semakin terjangkau dan semakin mumpuni kualitasnya. Maka dengan CPU yang lebih cepat, Software RAID pun sekarang bisa melakukan kinerja sebaik Hardware RAID dan bahkan bisa lebih cepat dalam beberapa kasus.
B. LEVEL RAID
Tingkatan RAID pada dasarnya merupakan cara / teknik konfigurasi hard drive. Setiap level memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang unggul di sisi ruang /storage tetapi lemah di sisi keamanan datanya, ada yang unggul di sisi keamanan namun lemah kinerjanya, dsb. Pada dasarnya tidak ada yang “terbaik” untuk RAID. Masing-masing dari level berikut bisa dikatakan “terbaik” tergantung dengan situasinya. Jadi terserah kebijaksanaan kita untuk menentukan.
Raid 0
Dengan RAID 0, kita menggunakan dua / lebih hard disk yang bertindak seolah-olah mereka satu hard disk. Raid 0 diibaratkan memiliki “0″ perlindungan. Bahkan karena kita menggunakan dua hard disk maka kita memiliki dua kali risiko kehilangan data. Karena bila salah satu drive mengalami error, maka kita terancam kehilangan data.
Kelebihan:
RAID 0 menggunakan ruang hard disk secara maksimal karena tidak ada redundasi data.
RAID 0 punya kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu.
Kekurangan:
Tidak ada perlindungan. Jadi jika kita kehilangan satu hard disk tunggal, data kita akan hilang.
Karena kita menggunakan dua hard drive tanpa redundansi, maka resiko kita jadi dua kali lipat. Makanya akan lebih aman untuk menyimpan data dalam hard disk tunggal, misalnya bila kita menyimpan file 10MB dimana masing-masing drive menerima 5MB, maka jika salah satu drive rusak, kita hanya kehilangan data 5MB.
Kapan pakainya:
Raid 0 lebih pas digunakan oleh orang-orang yang mengutamakan ruang tetapi tidak peduli tentang kehilangan data mereka. Jadi di kondisi apa kita menggunakan RAID 0? Salah satu contohnya adalah sebagai server backup yang murah. Katakanlah kita punya banyak harddisk lama yang sudah tidak dipakai lagi, kemudian ingin membuat cadangan/backup data tetapi harddisk tua kita tidak cukup besar untuk pekerjaan itu. Maka kita bisa tempatkan semua hard disk yang ada untuk membentuk array RAID 0 dan menggabungkan kapasitas hardisk yang sudah ada. Tetapi pastikan data-data yang masuk ke server ini adalah hanya untuk tujuan backup/cadangan.
Raid 1
Dalam RAID 1 terjadi mirrorring antar hard disk. Sehingga dia menyediakan redundansi jika salah satu disk mengalami error. Tidak seperti RAID 0 di mana semua space digabungkan, RAID 1 hanya menggunakan setengah ruang karena drive kedua digunakan untuk redundansi. Dengan syarat kedua hard drive ukurannya harus sama.
Kelebihan:Redundansi dan Kecepatan.
Kekurangan: Space hard disk tidak digunakan secara efisien. Karena kedua hard disk adalah salinan satu sama lain, hanya setengah dari ukuran jumlah gabungan yang digunakan.
Kapan pakainya:RAID 1 memakan ruang/space hard disk, tetapi lebih baik untuk kecepatan dan redundansi. Ini jadi pilihan yang baik untuk menjalankan sistem operasi. Server pada umumnya memiliki dua level RAID. RAID 1 yang berisi sistem operasi saja dan RAID tingkat kedua (biasanya RAID 5) untuk penyimpanan/storage.
RAID 5
RAID 5 adalah tingkat atau level yang paling populer digunakan di server saat ini.
Dengan RAID 5 kita bisa memiliki performa dan efisiensi penggunaan ruang. Dalam RAID 5 redundansi didistribusikan di antara semua drive. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan pada RAID 5 adalah tiga.
Kelebihan:
Efisiensi penggunaan kombinasi harddisk.
Toleransi kesalahan: Jika salah satu hard disk down/error maka data tetap aman.
Kekurangan:
Kecepatan RAID 5 tidak secepat RAID 0 atau 1.
Jika lebih dari satu hard disk mengalami error, maka data terancam hilang.
Kapan menggunakan: RAID 5 adalah pilihan terbaik untuk data storage, karena efisien dalam penggunaan ruang dan menyediakan redundansi data.
RAID 6
RAID 6 pada dasarnya sama dengan RAID 5, dengan perbedaan dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan dengan RAID 6 adalah empat.
Kelebihan: Meskipun dua hard disk down bersamaan, data kita tetap aman.
Kekurangan:
Space total hard drive sangat berkurang karena lebih banyak dialokasikan untuk partisi redundansi.
Kecepatan RAID 6 tidak secepat RAID 0 atau 1.
Proses rebuilt lebih lambat. Ketika drive down, maka perlu rebuilt kembali. Kinerja akan menurun jauh bila dibandingkan dengan metode RAID lainnya.
Kapan menggunakan:
RAID 6 baik digunakan untuk media storage. Sebab pada dasarnya RAID 6 sama dengan RAID 5 dengan keamanan data yang lebih baik. Namun akibatnya, kita akan kehilangan sekitar 40% dari ruang gabungan total.
RAID Z
Raid Z dan RAID Z2 adalah penemuan Sun Micro System. RAID Z memiliki semua manfaat dari RAID 5 dan fitur lainnya yang membuatnya jauh lebih unggul. Seperti dengan RAID 5, RAID Z dapat mendukung sejumlah hard disk yang bekerja sama dan satu disk untuk redudansi. Jumlah minimum dari hard disk adalah tiga dan hanya satu yang bisa down pada suatu waktu. Jika lebih dari satu hard disk rusak pada saat yang sama, maka kita beresiko kehilangan data.
Kelebihan: Memiliki semua kelebihan dari RAID 5 dan fitur lainnya.
Kelemahan: Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.
Kapan menggunakan: RAID Z adalah level RAID terbaik untuk penyimpanan/storage. Pada dasarnya RAID Z melengkapi hampir semua kekurangan dari RAID tingkat sebelumnya dan menambahkan banyak fitur baru. Namun hanya bisa digunakan dengan sistem berbasis Solaris dan BSD. RAID Z sangat baik untuk digunakan dalam NAS / lainnya untuk penyimpanan data berskala besar.
RAID Z2
Raid Z2 hampir identik dengan Raid Z dan mirip dengan RAID 6. Dalam RAID Z2, meski dua hard disk bisa down di waktu bersamaan namun data akan tetap aman dan mudah diakses. Sama seperti RAID Z, RAID Z2 jauh lebih unggul dengan RAID 6 karena di dalamnya terdapat banyak fitur lainnya. Jumlah minimum drive untuk menggunakan RAID Z2 adalah empat.
Keuntungan:
Data lebih aman meski dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu.
Memiliki semua manfaat dari RAID Z.
Kekurangan:
Dua hard disk digunakan untuk paritas, sehingga ukuran jumlah gabungan space sangat terbatas.
Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.
Kapan menggunakan:Sama seperti RAID Z tetapi dilengkapi dengan tambahan tingkat keamanan. Tidak untuk digunakan jika butuh space yang besar.
RAID 10
RAID 10 adalah gabungan dari RAID 1 + RAID 0. Makanya dia bisa memberikan optimasi untuk toleransi kesalahan. Dimana RAID 0 memiliki kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu, sedangkan RAID 1 memberikan mirroring disk untuk redundansi. Dalam beberapa kasus, RAID 10 menawarkan data yang lebih cepat membaca dan menulis daripada RAID 5 karena tidak perlu mengelola paritas. Minimum harddisk yang bisa digunakan adalah 4 hard disk.
Keunggulan:
Memiliki manfaat dari kecepatan dari RAID 0 dan Mirroring dari Raid 1.
Tingkat keamanan terhadap kemungkinan hilangnya data yang lebih baik dari penggunaan sebuah harddisk.
Kelemahan:
Memiliki segala kekurangan yang dimiliki RAID 1 dan RAID 0.
Kegagalan disk memiliki efek pada throughput, meskipun hal ini masih dapat ditoleransi.
Teori Asal usul Kehidupan
Nama : Abdu Yakan Rosyadi
NIM : 1307493
Jurusan : Pendidikan Teknik Elektro
PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDYA
A.
Teori
Asal-usul Kehidupan
Banyakm
pendangan-pandangan mengenai asal-usul kehidupan sehingga para ilmuwan
menyelidiki dan melakukan eksperimen. Selain penelitian, teori-teori
dikemukakan oleh beberapa ilmuwan berdasarkan bukti-bukti yang ada. Beberapa
teori-teori mengenai asal-usul kehidupan antara lain :
1. Teori
Abiogenesis
Teori abiogenesis disebut juga teori generatio spontanea. Pokok dari
teori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda atau materi tidak hidup
dan kehidupan terjadi secara spontan (generatio spontanea). Ilmuwan yang
mengemukakan teori ini adalah seorang filsafat Yunani kuno, yakni Aristoteles
(384–322 SM). Dengan melihat organisme di sekeliling-nya, Aristoteles
berkesimpulan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba. Contohnya, seekor
cacing yang keluar dari dalam tanah, maka cacing
tersebut berasal dari tanah. Contoh lainnya, katak yang keluar dari lumpur, maka katak tersebut berasal dari lumpur.
tersebut berasal dari tanah. Contoh lainnya, katak yang keluar dari lumpur, maka katak tersebut berasal dari lumpur.
Ilmuwan lain yang mendukung teori ini adalah John Needham (1700). Ilmuwan
dari Inggris ini melakukan percobaan dengan merebus sebentar air kaldu yang
berasal dari sepotong daging. Air kaldu tersebut menjadi keruh karena adanya
mikroorganisme. Ilmuwan tersebut kemudian berkesimpulan bahwa mikroorganisme
berasal dari air kaldu.
2. Teori
Biogenesis
Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk
hidup lagi. Teori biogenesis merupakan lawan dari teori abiogenesis. Para
ilmuwan yang mendukung teori biogenesis adalah Francesco Redi (1626–1697), Abbe
Lazzaro Spallanzani (1729–1799), dan Louis Pasteur (1822–1895). Ketiga ilmuwan
ini melakukan percobaan dan membuktikan teori biogenesis.
a. Percobaan
Francesco Redi
Francesco Redi adalah orang pertama yang melakukan percobaan untuk
menentang teori abiogenesis. Redi melakukan percobaan dengan menggunakan daging
segar dan dua stoples. Stoples pertama diisi dengan daging dan dibiarkan
terbuka (tidak ditutup), sedangkan stoples kedua diisi daging dan ditutup
rapat.
Setelah beberapa hari, di dalam stoples yang terbuka terdapat larva. Redi
berkesimpulan bahwa larva tersebut berasal dari lalat yang masuk ke dalam
stoples kemudian bertelur. Untuk meyakinkan kesimpulannya tersebut, Redi melakukan
percobaan yang kedua. Kali ini stoples ditutupi dengan kain kasa sehingga masih
terjadi hubungan dengan udara, tetapi lalat tetap tidak dapat masuk. Setelah
beberapa hari, didapatkan daging dalam stoples tersebut membusuk, tetapi dalam
daging tersebut tidak terdapat larva. Redi mengemukakan tidak adanya larva ini
karena lalat tidak bisa menyimpan telurnya dalam daging. Oleh karena itu, Redi
berkesimpulan bahwa larva lalat bukan berasal dari daging yang membusuk.
b. Percobaan
Lazzaro Spallanzani
Pada percobaan Spallanzani, digunakan air rebusan dari daging atau (air
kaldu). Air kaldu tersebut dimasukkan ke dalam dua labu, kemudian dipanaskan.
Setelah dipanaskan, labu I dibiarkan terbuka. Sementara itu, setelah air kaldu
dalam labu II dipanaskan, labu kemudian ditutup rapat menggunakan gabus.
Setelah beberapa hari, air kaldu dalam labu I menjadi keruh dan berbau
busuk yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut
berasal dari udara bebas yang masuk ke labu I karena tidak ditutup.
Pada labu II, ternyata tidak ada perbedaan dari sebelumnya. Air kaldu
tetap jernih. Jernihnya air kaldu ini disebabkan tidak adanya udara yang masuk
ke dalam labu
Percobaan Spallanzani menunjukkan bahwa pada labu terbuka terdapat
kehidupan yang berasal dari mikroorganisme yang ada di udara. Pada labu yang
ditutup tidak terdapat kehidupan. Berdasarkan hal tersebut, Spallanzani
berkesimpulan bahwa kehidupan bukan berasal dari air kaldu, tetapi berasal dari
makhluk hidup lainnya. Akan tetapi, para penganut abiogenesis menyanggah
penelitian ini dan mengatakan bahwa mikroorganisme tidak tumbuh karena tidak
terdapat udara. Udara dibutuhkan untuk menyokong kehidupan.
c. Percobaan
Louis Pasteur
Hasil percobaannya tidak dapat disang-gah lagi oleh pendukung teori
abiogenesis. Percobaan yang dilakukan Louis Pasteur ini sebenarnya
penyempurnaan dari percobaan yang dilakukan oleh Spallanzani.
Pasteur menggunakan labu berleher seperti angsa dalam percobaannya Labu
berleher seperti angsa ini diisi dengan air kaldu. Fungsi dari labu leher angsa
ini adalah agar hubungan antara labu dan udara luar masih ada, artinya masih
terdapat oksigen. Labu ini dipanaskan untuk men-sterilkan air kaldu dari
mikroorganisme. Setelah dipanaskan, labu kemudian didinginkan dan disimpan.
Setelah beberapa hari, ternyata air kaldu dalam labu leher angsa
tetapjernih, namun di bagian lehernya banyak terdapat debu dan
partikel-partikel, sedangkan di labu lainnya yang tidak berleher angsa, air
kaldunya mengan-dung mikroorganisme. Berdasarkan hasil percobaannya, Louis
Pasteur menyimpulkan bahwa mikroorganisme yang ada dalam air kaldu bukan
berasal dari air kaldu itu sendiri, melainkan dari mikroorganisme yang ada di
udara.
Hasil percobaan Louis Pasteur berhasil menumbangkan teori abiogenesis.
Dari hasil percobaannya, Pasteur mengajukan teori baru tentang asal-usul
kehidupan. Isi teori disebut menyatakan beberapa hal, di antaranya omne vivum
ex ovo , yakni setiap makhluk hidup berasal dari telur, omne ovum ex vivo,
yakni setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan omne vivum ex vivo, yakni
setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
3. Teori
Evolusi Kimia
Ternyata gugurnya teori abiogenesis oleh teori biogenesis tidak membuat
ilmuwan berhenti menyelidiki tentang asal-usul kehidupan. Sekarang, timbul
pertanyaan, jika makhluk hidup berasal dari makhluk hidup, dari manakah asal mula makhluk hidup yang pertama? Untuk menjawab itu, muncullah teori evolusi kimia. Ilmuwan yang menyatakan teori tersebut adalah Harold Urey. Urey menyatakan bahwa pada periode tertentu, atmosfer bumi mengan-dung molekul metana (CH 4), amonia (NH 4), air (H2O), dan karbon dioksida(CO2).
pertanyaan, jika makhluk hidup berasal dari makhluk hidup, dari manakah asal mula makhluk hidup yang pertama? Untuk menjawab itu, muncullah teori evolusi kimia. Ilmuwan yang menyatakan teori tersebut adalah Harold Urey. Urey menyatakan bahwa pada periode tertentu, atmosfer bumi mengan-dung molekul metana (CH 4), amonia (NH 4), air (H2O), dan karbon dioksida(CO2).
Karena pengaruh dari energi petir dan sinar kosmis, zat-zat tadi
bereaksi. Hasil reaksi tersebut menghasilkan suatu zat hidup yang diduga virus.
Zat hidup tersebut berkembang selama jutaan tahun membentuk makhluk hidup.
Teori yang dikemukakannya tersebut, kemudian dikenal dengan teori Urey .
Untuk membuktikan teori ini, Stanley Miller melakukan sebuah percobaan.
Peralatan yang dirancang Miller, yakni ruang bunga api diisi dengan campuran
gas meniru atmosfer purba, sementara botol kaca kecil diisi dengan air murni
seperti sup purba. Miller membuat kilat buatan dengan bunga api listrik di
antara dua elektroda dalam atmosfer buatan tersebut. Ia juga memanaskan air
laut tiruannya. Percobaan ini berlangsung selama seminggu dan dapat
menghasilkan beragam senyawa organik.
Di alam nyata, reaksi kimia ini akan berjalan selama jutaan tahun
sehingga dapat membentuk hasil yang lebih kompleks. Pada titik tertentu dari
proses yang panjang ini, senyawa kimia dapat terbentuk dengan sendirinya. Jika
pada proses membentuk diri ini terkadang terdapat kesalahan, senyawa kimia ini
dapat menyesuaikan diri dan berevolusi melalui proses seleksi kimiawi. Jadi,
kehidupan tidak terbentuk secara tiba-tiba melainkan timbul secara bertahap
dari senyawa tidak hidup.
4. Teori
Evolusi Biologi
Alexander Ivanovich Oparin mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia
terjadi sebelum di bumi terdapat kehidupan. Seperti sebelumnya, zat anorganik berupa
air, metana, karbon dioksida, dan amonia terkandung dalam atmosfer bumi. Zat
anorganik tersebut membentuk zat-zat organik akibat adanya radiasi dari energi
listrik yang berasal dari petir.
Suhu di bumi terus menurun. Ketika sampai pada titik kondensasi, terjadi
hujan yang mengikis batuan di bumi yang banyak mengandung zat-zat anorganik.
Zat-zat anorganik tersebut terbawa ke lautan yang panas. Di lautan ini
terbentuk sup purba atau sup primordial. Sup purba terus berkembang selama
berjuta-juta tahun. Di dalam sup purba, terkandung zat anorganik, RNA, dan DNA.
RNA yang dibutuhkan dalam proses sintesis protein dapat terbentuk dari DNA.
Akibatnya, terbentuklah sel pertama. Sel pertama tersebut mampu membelah diri
sehingga jumlahnya semakin banyak. Sejak saat itulah evolusi biologi
berlangsung.
5. Waktu Geologis
Berdasarkan catatan geologis, bumi ini telah ada kurang lebih 4,5 miliar
tahun yang lalu sebagai hasil dari sebuah ledakan mahadahsyat di angkasa.
Kehidupan diperkirakan mulai hadir 1 miliar tahun dan oleh para ahli percaya
bahwa lautan merupakan tempat awal mula hadirnya kehidupan. Keberadaan
organisme multiseluler dimulai kira-kira 600 juta tahun yang lalu pada awal
masa
B. Asal Mula Manusia
1. Proses Penciptaan Manusia Menurut ilmu Biologi
Menurut ilmu
Biologi, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan asal kejadiannya adalah dari tanah.
Hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan metode abu bekas bakaran dari
makhluk hidup tersebut. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa unsur-unsur
asli yang ada pada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur
yang terdapat dalam tanah, yaitu Oksigen ( O ), Hidrogen ( H ), Zat Belerang (
S ), Zat Arang ( C ), Kalium ( K ), Natrium ( Na ), Yodium ( J ), Asam Arang (
CO2 ), Air ( H2O ) dan zat-zat lainyya yang berfungsi sebagai pelengkap.
2. Proses Penciptaan Manusia Menurut
Al-Qur’an
Proses Kejadian
Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa) adalah asal usul mausia, yaitu
kita diciptakan tidak langsung seperti nabi Adam As. Dan Siti Hawa, namun ada
beberapa proses yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an. Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa
kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al
Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an
proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui
firman-Nya :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani
(yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami
jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging,
dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk)
lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al
Mu’minuun (23) : 12-14)
Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad
silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam
ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al
Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah" sebagai substansi dasar
kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua
berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada
di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari
pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pemba’uran antara sperma (lelaki) dan
ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan
bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).
Langganan:
Postingan (Atom)





